music box

Jumat, 31 Oktober 2014

 (HPV )Penyakit Kulit Virus Human Pappiloma : Menyerupai Manusia akar / manusia Pohon


HPV atau Human Papilloma Virus adalah sejenis virus yang menyerang manusia. Terdapat lebih dari 100 tipe HPV dimana sebagian besar tidak berbahaya, tidak menimbulkan gejala yang terlihat dan akan hilang dengan sendirinya. Infeksi HPV paling sering terjadi pada kalangan dewasa muda (18-28 tahun). Lebih dari 95 persen dari kanker serviks disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai Human Papilloma Virus (HPV)
 
HPV merupakan virus DNA famili Papovaviridae (papovaviruses), DNA virus terdiri dari double strand dan sirkular dengan 5-8 gen dan virus ini tidak berselubung. Virus ini menginfeksi sel pipih epitelium dan menyebabkan keadaan hiperplasia dari sel epitel pipih


  • Virus HPV   (Human Papilloma Virus )

 

Human Papilloma Virus (HPV-2) dapat menyebabkan penyakit penumbuhan kutil raksasa. Penyakit tersebut bukan akibat faktor genetik melainkan disebabkan oleh virus human papilloma virus (HPV),tetapi pada kasus Dede si Manusia Akar, ia memiliki kelainan genetik  pertumbuhan kutil yang terus membesar juga disebabkan lemahnya jaringan sel darah putih dalam tubuh sehingga virus yang menggerogoti berkembang ganas, virus ini menyebabkan penyakit :Epidermodisplasia verruciformis (EV) dan giant cutaneous horn.Penyakit yang secara medis disebut epidermo ( kulit ari) dysplacia (salah tempat perkembangan) verucca (kutil). Kutil sejenis tumor jinak pada kulit berasal dari penebalan kulit luar yang berlebihan, bentuk kutil bisa besar-besar atau kecil-kecil, biasanya kalau dipegang tidak sakit, dan bila sudah sangat besar bisa berdarah kalau luka lecet, bila sudah besar bentuknya seperti bunga kol.
  

  • Apa yang terjadi ketika seseorang terinfeksi oleh HPV?
Orang yang terinfeksi dengan HPV tidak menunjukan gejala atau masalah kesehatan. Setelah terinfeksi, virus HPV berdiam di lapisan epitel kulit dan bertambah banyak. Masa mulai masuknya virus sampai munculnya gejala klinis seperti kutil dan kelainan epitel bisa dalam waktu mingguan sampai tahunan. Tipe HPV lain dapat menyebabkan sel normal di tubuh menjadi abnormal, dan dapat menyebabkan kanker seiring waktu.
  • Siapa saja yang ber-resiko tertular infeksi HPV?

Semua orang beresiko tertular infeksi HPV. HPV dapat ditularkan oleh hubungan partner berlawanan atau sesama jenis, bahkan jika partner yang ter-infeksi tidak memiliki gejala. Saat ini banyak orang yang beranggapan jika saya atau pasangan tidak berganti-ganti pasangan, maka saya tidak mungkin terkena infeksi HPV. Pandangan ini sebenarnya salah, karena nyata-nya kasus kanker serviks banyak terjadi pada ibu rumah tangga yang tidak pernah berganti-ganti pasangan baik dirinya maupun pasangannya.
  • Penderita 

7 Penyakit kulit paling aneh di dunia

Setelah Virus Human Pappiloma yang parah (HPV) menginfeksi, Dede Koswara, 35 tahun seorang nelayan Indonesia, dijuluki sebagai "manusia pohon" karena kutil keriput di seluruh tubuhnya. Dia pertama kali melihat kutil di tubuhnya setelah memotong kutil di lututnya saat remaja. Seiring waktu, dengan kondisinya yang semakin parah Dede dipecat dari pekerjaannya, ditinggalkan oleh istrinya dan dijauhi oleh tetangganya karena penyakit kulit HPV yang dideritanya. Dia memiliki dua orang anak. Setelah kasusnya di publikasikan dengan luas, sumbangan dari masyarakat dan bantuan pemerintah memungkinkannya untuk mendapatkan pengobatan. Pada tahun 2008, enam kilo kutil berhasil dilepas dari tubuhnya.
  • Pencegahan HPV  
Untuk mengurangi risiko, yang terbaik untuk memiliki hubungan seksual yang saling monogami dengan pasangan yang tidak terinfeksi. Namun perlu diingat, banyak orang tidak tahu jika mereka terinfeksi. Vaksin HPV dapat melindungi pria dan wanita terhadap beberapa tipe HPV yang paling sering menyebabkan penyakit. Vaksin HPV diberikan dalam tiga dosis selama enam bulan dan sudah dapat diberi mulai umur 9 tahun untuk laki-laki dan perempuan. Sangat penting untuk menerima tiga dosis vaksin untuk mendapatkan perlindungan terbaik. Vaksin paling efektif bila diberikan sebelum kontak seksual pertama seseorang, sebelum laki-laki/wanita tersebut memiliki kemungkinan terpapar HPV. Bagaimanapun lebih baik mencegah daripada mengobati
  • TERAPI 
  

Terapi penyakit yang disebabkan oleh EV ini dapat dilakukan; diberikan asam salisilat atau asam laktat bila lesi masih kecil, bila sudah mencapai 40% dapat ditambahkan dengan asam trikloroasetat (TCA); bisa juga dilakukan pembekuan dengan cara cryoterapi dengan nitrogen cair; kemoterapi dengan bleomicin; atau bisa juga dibakar.

 

Sabtu, 18 Oktober 2014





mogellons 





Pittsburgh, Penyakit Morgellons telah menarik perhatian sejak tahun 2002 karena mulai banyak orang yang mengeluhkan gatal-gatal tanpa diketahui pasti penyebabnya. Hingga kini penyakit tersebut belum bisa dipahami, dan masih menjadi penyakit kulit yang misterius.


Pada tahun 2000, seorang anak mengalami penyakit dengan gejala adanya luka di bagian kulit disertai rasa gatal. Luka tersebut saat diamati juga terdapat serar aneh di bawah permukaan kulit. Penyakit aneh ini kemudian menjadi semakin menarik pada tahun 2002 karena mulai banyak orang mengeluh gatal-gatal.Dan pada tahun 2002 seorang ibu dari Pittsburgh bernama Maria Leitao meluncurkan sebuah website yang menunjukkan luka di kulit dan struktur seperti filament atau serat di kulit anak laki-lakinya yang berusia 2 tahun. Sejak itu hampir 14.000 keluarga melaporkan kasus yang sama, kondisi ini disebut dengan penyakit Morgellons.

"Penyakit ini adalah suatu kondisi kulit yang tidak memiliki definisi medis tertentu yang bisa diterima. Nama tersebut juga tidak diberikan oleh dokter, melainkan oleh kelompok advokasi tertentu," ujar Prof Michael Cappello, seorang pediatric dan spesialis penyakit menular di Yale University School of Medicine di New Haven, Connecticut, seperti dikutip dariScientificamerican, Kamis (17/6/2010).






Prof Cappello menuturkan penyakit ini dinamakan Morgellons. Tanda-tandanya adalah kulit mengalami luka ruam disertai gatal-gatal, saat  diraba terasa ada parasit yang sedang menggerogoti jaringan kulit penderita dan jika diteliti dengan mikroskop terdapat serat-serat aneh disekitar jaringan yang baru terbentuk. Gejala lain saat jaringan kulit sudah terserang parah, si penderita akan mengeluh cepat lelah, kemampuan kognitif berkurang  dan merasakan nyeri otot dan sendi.

Rasa gatal yang akut sering membuat penderita merasa gila karena selalu berusaha ingin mengeluarkan benda dengan cara menggaruk. Si penderita sering berpikiran ada benda asing di dalam jaringan kulit mereka sehingga mereka selalu menggaruk kulit agar bisa mengeluarkan benda tersebut. Benda tersebut terasa padat mirip butiran pasir, telur, cacing ataupun larva. Jika sudah serius, akan muncul jaringan kulit baru yang teksturnya berbeda dengan jaringan kulit manusia normalnya.

Hal inilah yang membuat seseorang menggaruk terus karena berusaha ingin mengeluarkannya. Pasien akan mengatakan bahwa dirinya harus menggaruk terus menerus untuk mengeluarkan parasit tersebut dari dalam kulitnya.

Pasien seringkali menggambarkan sesuatu yang hidup di bawah kulitnya sebagai serat kecil. Jika dilihat dengan mikroskop diyakini berwarna putih, biru, merah atau hitam. Selain itu ada juga yang menyakininya sebagai butiran seperti pasir yang berwarna hitam atau putih di dalam kulitnya.

"Berdasarkan pengalaman pribadi saya, saya tidak pernah menemukan bukti adanya parasit yang bisa menginfeksi bagian bawah kulit. Sampel yang terlihat dimikroskop sama seperti kulit orang normal lainnya," ungkapnya.


Penyakit kulit gila


Karena tidak ditemukannya bukti ada agen infeksi, maka gejala yang konsisten timbul kemungkinan akibat kondisi kejiwaannya. Untuk itu pasien ini belum bisa diperlakukan sebagai penyakit parasit. Tapi ada kemungkinan untuk mempertimbangkan diagnosis parasitosis delusi (suatu kondisi yang mana pasien secara keliru telah percaya bahwa dirinya sudah terinfeksi parasit).